Dwee Suryo Fun Blogs

Just Another Fun Blogs!!

Pages

Selasa, 30 Maret 2010 di 09.10 Diposting oleh Dwee Suryo 0 Comments

Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca …
Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . Teknis dan Komposisi .

  1. Teknis ? adalah memahami kamera dalam cara kerjanya menangkap cahaya untuk direkam. Tidak kamera saja sih , tapi tercakup juga aspek lain dari asesoriesnya , proses pencetakan , editing dll. Intinya hal yang berbau teknis .
    Di fotografi , lumayan banyak istilah teknis yang dipakai . Belum lagi setiap vendor memiliki nama-nama yang berbeda untuk sebuah teknologi . Banyak ! tapi jangan terlalu diambil pusing . Belajar memang seperti itu . Lambat laun , setiap istilah akan terkuak maknanya dan kita jadi lebih mengerti . Tetap konsisten belajar ! .Beberapa ilmu teknis diantaranya :
    • mengenal kamera , lensa , sensor
    • memahami exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / ASA
    • memahami WhiteBalance (WB)
    • asesories kamera dan fungsinya ( tripod , flash , lens filter dll )
    • post editing ( photoshop etc )
    • color management
    • dll
  2. Komposisi ? adalah bagaimana membuat / mengkomposisi sebuah obyek yang akan difoto menjadi menarik untuk dilihat . Banyak faktor yang bisa membuat sebuah foto menjadi menarik diantaranya ketepatan momen , warna , posisi obyek , ekspresi obyek dll . Sebisa mungkin kita mengumpulkan sebanyak mungkin faktor-faktor tersebut ke dalam sebuah foto . Masih bingung tentang komposisi ? mending baca aja langsung tip-tip mengenai komposisi di http://digital-photography-school.com/blog/category/composition-tips/.
    Komposisi ini lebih ke cita rasa seni / art. Tidak ada aturan baku semacam user manual etc. Semata-mata tergantung dari rasa sang fotografer. Pesan apa yang akan dia sampaikan , dan apakah pesan itu sampai ke penikmat foto.
Teknis dan Komposisi ! kedua-duanya dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas . IMHO , pengetahuan akan komposisi lebih penting karena tidak akan pernah habis ide-ide untuk menghasilkan foto yang unik / berkualitas . Lain halnya pengetahuan teknis . Bisa mentog atau habis , bisa didapat dari User Manual atau tutorial yang ada . Penguasaan komposisi tidak mungkin diperoleh kecuali dari latihan jepret terus menerus . Melatih mata untuk melihat momen yang ada , menunggu waktu yang tepat , mem-visualisasi-kan target akhir yang kita inginkan dsb .
Namun pengetahuan teknis juga hendaknya tidak ditinggalkan . Istilahnya kita belajar mobil kita sudah tahu teorinya sehingga ketika berkendaraan sudah pakai feel , tinggal jalan. Begitupun dengan penggunaan kamera . Ketika momen bagus itu datang , jangan sampai hasilnya tdk optimal gara-gara setting kamera yang salah.
Media untuk belajar
Ini era digital bung !! Informasi mudah didapatkan semudah menjetikkan jemari . Go Online dan gali tutorial yang ada . Fotografi itu ilmu yang udah puluhan tahun .. sudah banyak sekali beredar di Internet .
  • dari Google : ketikkan keyword “photography tutorial” dan sejenisnya . Atau keyword-keyword spesifik lainnya . It’s all there and FREE ! Yang didapat adalah segudang artikel online bahkan pdf/ebook gratis .
  • dari buku : bisa dibaca kapanpun dimanapun . Lebih mobile dibandingkan membawa – bawa laptop . Plus , bisa dwifungsi sebagai bantal ketika mengantuk . Luar atau lokal ? kalau saya sih prefer buku luar negeri . Selain banyak macamnya , isinya lumayan komprehensif dan tidak asal-asalan . Amazon adalah tempat bagus untuk membeli buku fotografi.
  • dari majalah ( baca Majalah Fotografi Pilihan )
  • dari kursus : belajar kilat dengan bimbingan fotografer yang berpengalaman . Pengalaman memang mahal sih :D . Coba cari info di kota anda setempat , biasanya ada yang menawarkan jasa kursus . Mau kursus online via internet juga bisa  semacam BetterPhoto
  • dari komunitas : gabung dengan sebuah atau beberapa komunitas fotografi baik offline maupun online . Apa yang lebih baik dari berkumpul dengan orang-orang yang satu minat dan obsesi dengan kita ? . Misal komunitas online : Fotografer.Net , Ayofoto.com dll

Minggu, 14 Maret 2010 di 05.59 Diposting oleh Dwee Suryo 0 Comments

Mungkin banyak diantara Anda yang merasa hardware yang Anda miliki sudah tidak mumpuni, atau kalah bersaing dengan hardware-hardware yang baru. Misalnya, Anda memiliki Q6600 namun sudah merasa Q6600 Anda tidak dapat lagi bersaing dengan E8400? Apabila Anda ngomong soal benchmark sintetis seperti 3dMark06 sih mungkin benar, tapi kalo dalam game belum tentu.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas prinsip dasar overclocking. Mungkin bagi sebagian besar komunitas CHIP, overclocking adalah untuk mencapai nilai tertinggi dengan hardware yang dimiliki. Namun prinsip dasar overclocking itu sendiri sebenarnya adalah menjalankan hardware yang dimiliki lebih cepat dari spesifikasi untuk mencapai taraf kinerja spesifikasi hardware diatasnya pada posisi optimal. Dimaksud optimal adalah, suhu masih dalam taraf normal dan tidak mengalami hang untuk menjalankan aplikasi apapun.
Overclocking pada umumnya akan merusak peralatan yang dimiliki, atau memperpendek umur hardware. Namun apabila dilakukan dengan benar dalam taraf optimal, maka umurnya tidak akan sependek umur seperti apabila ‘disiksa’ terus-menerus. Yah, intinya sih tetap aja memperpendek umur; walau sedikit.
Artikel overclocking ini akan dibagi kedalam 3 bagian, processor, graphic card dan memory.  Pada kali ini, kita hanya akan membahas overclocking processor.

Equipments


Tentunya untuk melakukan overclock mencapai titik optimal, diperlukan hardware pendukung; yang pasti tentunya adalah heatsink yang lebih baik, dan juga power supply murni. Power supply yang disarankan adalah yang memiliki rating minimal 550watt. Ini dengan pertimbangan beban load yang akan naik berbanding lurus dengan kenaikan voltase dan kecepatan dari Q6600, ditambah dengan beban VGA , dan hard disk.
Karena subjek testnya kali ini adalah INTEL Q6600, maka pembahasan akan berjalan pada Q6600. Voltase cukup rendah, yaitu 1,25v membuatnya menarik. Selain itu, dengan 4 cores yang dimiliki, tentunya sangat menyenangkan untuk melakukan multitasking dan juga design grafis. Pada umumnya, Q6600 dapat dengan mudah mencapai kenaikan 50%, dari 2.4GHz ke 3.6GHz.
Motherboard tentunya harus memiliki kemampuan untuk di overclock. Tidak perlu sebuah motherboard yang memang diciptakan khusus untuk melakukan overclocking karena kita memang tidak akan menggunakan nya sampai batas maksimal. Umumnya motherboard terbaru sudah memiliki fasilitas untuk melakukan overclcoking, sehingga pilihan cukup beragam. Contoh motherboard murah meriah yang dapat melakukan overclocking adalah motherboard dengan chipset nvidia N73PV. Percobaan melakukan overclcoking pada Q6600 dengan motherboard ini hanya menghasilkan kenaikan 25% saja. Cukup sepadan dengan harganya yang murah. Motherbaord dengan kisaran us$100-200 akan memiliki kemampuan yang lebih baik, bahkan 80% diantaranya dapat mencapai minimal 50% kenaikan pada Q6600 dengan menggunakan HSF.
Pada percobaan kali ini, kita tidak akan membahas overclocking memory, sehingga memory DDR2 PC6400 atau bahkan PC8500 adalah pilihan yang baik. FSB to Memory Ratio yang digunakan adalah yang mencapai nilai optimum dari memory.

Overclocking


Sebagai awalan, pastikan seluruh CPU feature sudah di non aktifkan. CPU feature adalah fitur-fitur penghemat energy seperti C1E, Max CPUID Value Limit, Vanderpool Technology, CPU TM Function, dan Execute Disable Bit.
Image
Gambar 1. Ubahlah seluruhnya menjadi “Disable”.
Karena target kita adalah FSB 400 pada processor, maka apabila Anda menggunakan memory PC 800 (6400), ubahlah perbandingan memory terhadap FSB menjadi 1:1, pada beberapa motherboard perbandingan ini ditunjukan dengan 1.0. Pengubahan 1:1 ini adalah dimaksudkan agar BUS memory akan bekerja setara dengan processornya. Lalu ubah command rate menjadi 2T.
Pada beberapa motherboard, perbandingan ini ditentukan dengan menggunakan FSB Strap to Norhtbridge dan DRAM Frequency. Hal yang dilakukan adalah mengcombinasi kedua perbandingan tersebut hingga menghasilkan perbandingan yang di inginkan.Apabila Anda menemukan bios dengan tipe ini, untuk memudahkan, ubahlah FSB Frequency menjadi 400.

Image
Gambar 2. Settingan pada memory 800MHz, ubahlah sehingga apabila menggunakan FSB 400, maka DDR2 adalah 800MHz.
Image
Gambar 3. Settingan seharusnya pada memory 1066 atau PC-8500.

Apabila Anda menggunakan memory PC 8500, akan lebih baik menggunakan perbandingan 2:3, seperti terlihat pada gambar diatas.

Voltase

Hal berikutnya adalah menaikkan voltase processor (Vcore) ke level 1.4v, dimaksudkan untuk memastikan tenaga yang didapat dari processor adalah cukup. Beberapa hal yang harus ikut dinaikkan adalah, voltase northbridge dan southbridge, serta VPLL. Untuk V PLL, jangan menset voltase ke level maksimum, karena ini akan membunuh processor Anda lebih cepat daripada menaikkan Vcore ke level 2v sekalipun. Untuk GTL Ref, naikkanlah ke sekitar 0.57x. Jangan lupa untuk men-disable-kan FSB Spread Spectrum dan Memory Spread Spectrum.
Image
Gambar 4. Seperti inilah kira-kira voltase dan GTL reference yang diinginkan.
Setelah semuanya sudah dinaikkan, maka kini Anda sudah siap untuk menaikkan FSB processor. Target FSB kali ini adalah 400. Multiplier tidak disentuh, sehingga 400×9, menjadi 3,6GHz. Lebih dari cukup untuk bermain game dan mengerjakan tugas sehari-hari.
Image
Gambar 5. Screenshot dari CPUZ clock dalam keadaan ter-overclock.
Image
Gambar 6. Screenshot memory timing dalam keadaan ter-overclock.

Benchmark

Benchmark dibawah ini adalah menggunakan 3dmark, dan beberapa game untuk melihat bukti nyata kenaikan ini.
Image
Gambar 7. 3DMARK default.
Image
Gambar 8. 3DMARK overclocked.
Dapat dilihat disini, dengan kenaikan 50% dari processor tanpa didukung kenaikan dari sisi lainnya, performa dalam gaming juga meningkat sekitar 15%.
Dibawah ini adallah table perbandingan kinerja pada game GRID dan Hellgate London.
Image
Gambar 11. GRID
Image
Gambar 8. Hellgate London
Yang paling terasa disini adalah loading windows yang biasanya memakan waktu sekitar 50 detik menjadi hanya 16 detik. Terlihat dibawah ini Super Pi 8M yang memang sangat membebani processor, terdongkrak cukup jauh sekitar 35%.
Image
Gambar 9.  Loading Windows dan Super Pi 8M
Demikian artikel overclocking basic pertama ini. Pada artikel berikutnya, akan dilanjutkan overclocking pada memory dan juga graphics card sehingga kenaikan akan lebih berasa.



Rabu, 10 Maret 2010 di 08.45 Diposting oleh Dwee Suryo 0 Comments

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang
mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet.

Ciri-ciri jaringan komputer:
1. berbagi perangkat keras (hardware).
2. berbagi perangkat lunak (software).
3. berbagi saluran komunikasi (internet).
4. berbagi data dengan mudah.
5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.

    About Me

    Foto saya
    Balikpapan kota minyak, Kalimantan Timur, Indonesia
    "Selalu Berusaha tuk membuat orang lain tersenyum" "Smile and others will smile at you"

    Followers